Pilot Pun Harus Belajar Terbang

Pilot Pun Harus Belajar Terbang

“Aeromodelling” diam-diam masih menjadi permainan yang banyak digemari orang. Dulu permainan ini hanya menggunakan teknologi sederhana untuk menerbangkan pesawat. Sekarang, dengan teknologi “radio control”, pesawat itu bisa dimanuver sedemikian rupa sampai ke tingkat ekstrem. Meski cuma mainan, untuk mengendalikan pesawat “aeromodelling” dibutuhkan keterampilan khusus. Bahkan, pilot benaran pun harus belajar terbang agar pesawatnya tidak jatuh.

Untuk bisa menerbangkan pesawat atau helikopter model memang tidak perlu menempuh pendidikan penerbangan. Meski begitu, pesawat atau helikopter model ini tidak bisa diterbangkan begitu saja. Bahkan, menurut John Freddy Batubara (34), yang pernah menjadi pilot pesawat Boeing 737 di Amerika, menjadi pilot pesawat model lebih sulit dibandingkan menjadi pilot benaran yang duduk di kokpit pesawat.

“Kalau kita duduk di kokpit, kita bisa langsung tahu arah kiri kanan. Kalau pesawat model kita mengendalikannya dari daratan. Ketika pesawat berhadapan dengan kita, arah kiri kanannya sudah lain. Kalau tidak konsentrasi bisa salah arah dan jatuh,” tutur John.

Karena sulit, tak mengherankan bila aeromodelling lebih banyak digemari remaja dan orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Bahkan, permainan ini sebenarnya “terlarang” untuk anak-anak karena berbahaya. Baling-baling pesawat atau helikopter yang berputar dengan kecepatan tinggi bisa menyobek perut atau leher orang yang terkena.

Bahaya muncul ketika pesawat atau heli yang dikendalikan jarak jauh ini terbang di luar kendali. Kalau di sekitar landasan banyak orang yang menonton, dikhawatirkan pesawat itu bisa menabrak penonton. Oleh karena itu, sebelum terbang, sekitar landasan harus benar-benar bersih dari orang yang ingin menonton. “Jadi kalau ada pesawat nyasar, tidak menabrak orang lain,” kata Asep Hilman (43), yang ikut bermain aeromodelling sejak dua tahun lalu dan bergabung dengan Cibubur Aeromodelling Club (CAC).

Simulator

Lama tidaknya belajar mengendalikan pesawat tergantung pada kecerdasan dari sang pilot. Bagi pemula, jangan coba-coba langsung terbang dengan pesawat atau helikopter model. Bisa-bisa kantong terkuras untuk memperbaiki pesawat yang jatuh.

“Kita harus belajar dulu dengan simulator selama beberapa bulan,” tutur Reva Ali (36), karyawan swasta di perusahaan pabrikan kamera digital yang bergabung dengan CAC satu tahun lalu. Sebelum bisa terbang, Reva harus belajar simulator selama tiga bulan.

Asep pernah nekat menerbangkan pesawat tanpa belajar dengan menggunakan simulator terlebih dulu. Kontan saja pesawatnya langsung jatuh dan mengalami kerusakan mesin cukup serius. Untuk memperbaikinya, Asep harus merogoh kocek Rp 1 juta-Rp 2 juta. Setelah beberapa kali terbang dan jatuh, Asep baru kapok. Dia lalu membeli simulator dan belajar terbang dengan simulator.

Pengalaman serupa dialami Hilman Faisal (41), wiraswastawan di bidang IT yang sudah bergabung dengan CAC sejak satu tahun lalu. Hilman yang sejak kecil terobsesi menjadi pilot nekat membeli helikopter model dan langsung menerbangkannya di depan rumah. Hilman tidak tahu bahwa cara itu sangat membahayakan orang lain.

Helikopter Hilman langsung hancur menabrak pohon. “Untung tidak menabrak anak saya yang ketika itu menonton saya menerbangkan heli,” ungkap Hilman. Untuk pesawat bersayap atau helikopter bermesin elektrik, ongkos perbaikannya lebih murah, yaitu Rp 100.000-Rp 500.000.

Karena menemui kesulitan belajar terbang, Hilman sempat membungkus helikopter yang dibelinya dan menyimpannya selama 2,5 tahun. Hilman kini memiliki tiga pesawat jenis trainer dengan ukuran berbeda dan tiga helikopter raptor.

Konflik

Menekuni hobi apa pun, kalau tidak bisa mengatur waktu, akan menimbulkan konflik dengan keluarga. Hal ini dialami para penggila aeromodelling. Hilman, misalnya, harus berhadapan dengan istri ketika dia terlalu sering mengutak-atik helikopter atau pesawatnya. “Saya bahkan sempat tidak bekerja selama satu minggu karena penasaran ingin merakit pesawat sendiri,” tutur Hilman. Beruntung dia adalah pemilik tempat kerjanya. Untuk merakit helikopter atau pesawat dari nol memang membutuhkan waktu berhari-hari.

Hilman juga pernah berhadapan dengan istri ketika dia memarahi anaknya yang tidak sengaja menyenggol helikopter kesayangannya yang diletakkan di meja. “Kalau keluarga sudah protes, saya harus tahu diri dan mengurangi kegiatan merakit pesawat atau heli,” tutur Hilman yang kini sudah bisa menyesuaikan jadwal mengantar istri dengan jadwal terbangnya.

John punya pengalaman lain. Dia mengaku bukan hanya terbang setiap akhir pekan (Sabtu-Minggu) saja, tetapi juga hari-hari biasa. Dalam satu minggu John mengaku bisa terbang 4-5 kali. Selain Sabtu-Minggu, John memang hanya menerbangkan pesawat atau heli modelnya di dekat rumah karena kebetulan ada lapangan kosong. Karena seringnya terbang, John tidak pernah menurunkan pesawat atau helikopternya dari mobil.

John yang pernah diprotes istri kini juga sudah bisa mengatur waktu dengan keluarganya. “Kuncinya adalah membagi waktu. Istri dan anak juga sudah sering saya ajak ke lapangan untuk terbang,” tutur John. Jadi, jangan sampai keasyikan terbang, bisa-bisa istri di rumah marah-marah karena merasa diabaikan.

Sumber : Lusiana Indriasari , Kompas

Post a Comment

Your email is never published nor shared.

WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 's'' at line 1]
SELECT cat_ID, cat_name FROM wp_categories WHERE cat_name = 'My 2 cent's'

WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 's', category_nicename='my-2-cents'' at line 1]
INSERT INTO wp_categories SET cat_name='My 2 cent's', category_nicename='my-2-cents'

WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 's'' at line 1]
SELECT cat_ID, cat_name FROM wp_categories WHERE cat_name = 'My 2 cent's'

WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 's', category_nicename='my-2-cents'' at line 1]
INSERT INTO wp_categories SET cat_name='My 2 cent's', category_nicename='my-2-cents'

WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 's'' at line 1]
SELECT cat_ID, cat_name FROM wp_categories WHERE cat_name = 'My 2 cent's'

WordPress database error: [You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 's', category_nicename='my-2-cents'' at line 1]
INSERT INTO wp_categories SET cat_name='My 2 cent's', category_nicename='my-2-cents'